Wednesday, 04 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Optimisme Dagang Melejit, Emas Tumbang Lebih Dari 1%!
Wednesday, 9 July 2025 01:58 WIB | GOLD |GOLDEMAS

Harga emas anjlok lebih dari 1% pada hari Selasa (08/7), karena optimisme atas kesepakatan perdagangan antara AS dan mitra dagangnya membebani arus aset safe haven, dengan dolar AS yang lebih kuat dan imbal hasil Treasury yang meningkat menambah tekanan lebih lanjut.

Harga emas spot turun 0,8% menjadi $3.307,16 per ons, pada pukul 01:49 siang EDT (1749 GMT), setelah mencapai level terendah dalam lebih dari satu minggu di awal sesi. Harga emas berjangka AS ditutup 0,8% lebih rendah pada $3.316,9.

Imbal hasil obligasi 10 tahun acuan mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua minggu, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik, sementara dolar, membuka tab baru, naik tipis 0,1%. Negara-negara dengan perekonomian terkuat di Asia, Jepang dan Korea Selatan, mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka akan mencoba bernegosiasi dengan AS untuk mengurangi dampak tarif yang jauh lebih tinggi yang kini direncanakan Presiden Donald Trump untuk diberlakukan mulai awal Agustus.

Trump menghidupkan kembali perang dagangnya pada hari Senin, dengan memperingatkan 14 negara bahwa mereka akan menghadapi tarif yang lebih tinggi. Namun, dengan tanggal dimulainya perang dagang yang diundur hingga 1 Agustus, negara-negara berfokus pada jendela waktu tiga minggu yang baru untuk menekan agar situasi menjadi lebih mudah.

"Fokusnya adalah pada perdagangan karena batas waktu 9 Juli semakin dekat, dengan pemerintahan Trump meningkatkan tekanan. Namun, beberapa optimisme terkait kesepakatan perdagangan memicu sentimen risiko, yang membuat emas tetap lemah," kata Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.

Sementara itu, pasar sedang menunggu risalah rapat kebijakan terbaru Federal Reserve AS yang akan dirilis pada hari Rabu dengan beberapa pejabat Fed yang akan berpidato minggu ini untuk mendapatkan lebih banyak wawasan tentang ekonomi dan jalur kebijakan bank sentral.

"Ancaman inflasi yang masih ada dari tarif mungkin akan membujuk Fed untuk menunda pemotongan suku bunga hingga tahun depan dan ini akan membatasi harga emas," kata Hamad Hussain, ekonom iklim dan komoditas di Capital Economics. Investor saat ini mengantisipasi pemotongan suku bunga Fed sebesar 50 basis poin pada akhir tahun ini, dimulai pada bulan Oktober.

Perak spot turun 0,3% menjadi $36,64 per ons, platinum turun 0,8% menjadi $1.359,90, sementara paladium tetap stabil di $1.111,36.(alg)

Sumber: Reuters

RELATED NEWS
NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu...
Thursday, 12 February 2026 19:24 WIB

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...

Narasi Cut Rate Menguat, Emas Ikut Terangkat...
Wednesday, 11 February 2026 20:25 WIB

Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...

Emas Koreksi, Tapi Geopolitik Pegang Kendali...
Tuesday, 10 February 2026 21:14 WIB

Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...

Emas Bertahan Kuat, Pasar Cuma Nunggu 2 Data Ini !...
Monday, 9 February 2026 14:52 WIB

Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...

Rebound Emas Tertahan : Pasar Masih Tarik Ulur...
Friday, 6 February 2026 23:09 WIB

Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS